Saat itu, dia mengaku tak mungkin bisa menang. Namun, takdir berkata lain. Hamzah Haz kemudian didukung fraksi ABRI dan PDIP hingga terpilih menjadi wakil presiden setelah meraih 340 suara.

Baca Juga: Baresan Olot Masyarakat Adat Jawa Barat Sematkan Gelar Sinatria Pinayungan ke Menkumham RI

Sementara saingan terberatnya, Akbar Tandjung, memperoleh 237 suara. Pada 26 Juli 2001, dia akhirnya dilantik menjadi Wakil Presiden ke-9, karier tertingginya yang tak mungkin dibayangkan sebelumnya sebagai wartawan.

Sebagai wakil presiden, Hamzah Haz dikenal tegas dan berprinsip. Dia sering kali menyuarakan kepentingan umat Islam dan berusaha menjaga stabilitas politik di masa transisi yang penuh tantangan. Keberhasilannya dalam mengelola berbagai konflik dan krisis membuatnya dihormati oleh banyak pihak, bersumber dari wikipedia.org.

Hamzah Haz juga dikenal sebagai tokoh yang sederhana dan merakyat. Meskipun berada di puncak kekuasaan, dia tetap menjaga hubungan baik dengan masyarakat dan sering turun ke lapangan untuk mendengarkan langsung aspirasi rakyat. Sikapnya yang rendah hati dan dekat dengan rakyat membuatnya dicintai oleh banyak orang.