MUNA, TELISIK.ID - Nama IPTU Astaman Rifaldi Saputra, S.T.K,. S.I.K terdengar baru di lingkungan Polres Muna. Dia adalah Kasat Reskrim baru pengganti AKP Hamka yang juga merupakan putra daerah Muna-Buton.

Sejak bergabung di institusi Polri, Astaman berkecimpun di dunia reskrim. Ia pernah menjabat sebagai penyidik tindak pidana korupsi (Tipidkor) dan Kanit Tipidkor Polres Sorong, Papua Barat.

Sebelum menjabat sabagai Kasat Reskrim, Astaman adalah Kasat Narkoba Polresta Kendari. Selama menjadi Kasat narkoba, kinerjanya sudah teruji. Ia telah banyak membuat "keok" para bandar, pengedar dan penyalah guna narkoba. Satu bulan sebelum pindah di Bumi Sowite, Ia berhasil mengungkap 16 kasus narkoba dengan total barang bukti (BB) seberat 300 gram.

Kini, Ia akan membuktikan kembali sepak terjangnya di Polres Muna. Baru empat hari menjabat, Ia telah berhasil mengungkap dua kasus menonjol. Adalah kasus penikaman Kapolsek Towea, IPDA La Ode Ali Musmin dan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang viral di media sosial (Medsos).

Dalam pengungkapan kasus itu, Astaman turun tangan sendiri memimpin anak buahnya. Tak butuh waktu 1x24 jam, para pelaku berhasil diringkus.