BMKG mencatat bahwa aktivitas fenomena cuaca global seperti Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang ekuator kelvin, dan gelombang atmosfer Rossby turut berperan dalam pembentukan pola cuaca ini.
Baca Juga: Hujan Lebat Timbulkan Banjir, Pengguna Jalan Berjuang Melawan Luapan Air
BMKG mengidentifikasi bahwa Madden Julian Oscillation (MJO), fenomena berupa gerombolan awan yang bergerak dari arah Afrika ke Indonesia, diprediksi akan aktif di wilayah Indian Ocean (fase 3) menuju Maritime Continent atau benua maritim Indonesia (fase 4).
Aktivitas MJO ini diperkirakan akan memicu peningkatan curah hujan di beberapa wilayah Indonesia, terutama di bagian tengah dan utara.
Selain MJO, gelombang ekuator kelvin juga diprediksi aktif di wilayah Sumatra bagian tengah hingga selatan, Kalimantan, dan Sulawesi. Gelombang ini membawa pengaruh signifikan terhadap peningkatan potensi hujan di daerah-daerah tersebut, terutama dalam bentuk hujan lebat yang dapat disertai petir.
