Dia bercerita bahwa perhelatan KSM yang ke-12 ini merupakan perhelatan pertama selama sejarah KSM di Indonesia yang pembukaannya berlangsung di lapangan terbuka, yakni Lapangan Balai Kota Kendari. Tak lupa ia juga menyampaikan terima kasih pada berbagai pihak yang turut bekerja keras mempersiapkan perhelatan ini.
Baca Juga: Siswi MTs Ummushabri Kendari Wakili Sulawesi Tenggara Kompetisi Sains Tingkat Nasional
Seorang siswa penari, Zahwa Qhaila, yang juga Ketua OSIS Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Konawe, menuturkan kebanggaannya menjadi bagian dari sejarah KSM di Indonesia. Meski lelah, baginya kesempatan seperti ini tak akan datang dua kali, sebuah kesempatan untuk tampil langsung di hadapan Menteri Agama dan Kakanwil seluruh Indonesia.
Diketahui, peserta penari kolosal berjumlah 200 siswa yang berasal dari 9 madrasah dari 3 kabupaten/kota yakni Konawe, Konawe Selatan, dan Kota Kendari. Zahwa berasal dari MAN 1 Konawe, salah satu sekolah terbaik di Kabupaten Konawe.
Setelah mengisi energi dengan santapan malam dan selesai melaksanakan salat Isya, para siswa kembali ke posisi masing-masing melanjutkan latihan di bawah langit yang telah berubah gelap. Mereka melanjutkan 3 kali sesi latihan akhir sebelum pulang.
