KENDARI, TELISIK.ID - Tragedi 26 September 2019 yang menewaskan 2 orang mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, terus menjadi kenangan yang mendalam bagi para mahasiswa. Mereka adalah pejuang demokrasi yang tak akan pernah terlupakan oleh sejarah.

Ketua BEM Fakultas Teknik UHO, La Ode Muhammad Ali Sabilah, bersama mahasiswa lainnya, mengadakan aksi mimbar bebas sebagai bentuk peringatan. Mereka merasa, kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Bumi Anoa masih gelap dan membutuhkan perhatian.

Perjuangan mereka tak akan berakhir di sini saja. Mahasiswa Teknik UHO bersumpah akan terus membangun gerakan demi keadilan. Meskipun banyak intervensi dari berbagai pihak, mereka tetap konsolidasi dan bersatu.

Baca Juga: Mahasiswa UHO Kenalkan Budaya Sulawesi Tenggara di Filipina

Pantauan Telisik.id, di lokasi menunjukkan sejak pukul 17.00 Wita, mahasiswa mulai membakar ban di depan Fakultas Teknik UHO sebagai simbol perlawanan mereka. Menteri Pergerakan Fakultas Teknik, Fiki menyatakan, tujuan mereka adalah memberi tahu seluruh dunia, masyarakat dan pemerintah tentang masalah itu.