Menurut mereka, Kapolda Sulawesi Tenggara masih belum memberikan keadilan terkait kasus Almarhum Yusuf Kardawi dan Almarhum Randi. Meskipun ada tersangka yang dijatuhi vonis sebagai pelaku penembakan Randi, publik masih menunggu transparansi dan kebenaran dalam penanganan kasus itu. Mahasiswa berharap Allah SWT memberkahi perjuangan mereka.

Baca Juga: Pengidap Gangguan Mental Tertabrak Motor Depan Kampus UHO Kendari, Pendarahan di Kepala

"Kami tidak akan pernah melupakan perjuangan mereka. Momen September berdarah ini, mengingatkan kita semua akan pentingnya memperjuangkan keadilan dan hak asasi manusia," kata Ketua BEM Fakultas Teknik UHO, Sabilah.

Sementara itu, Iksannudin, salah satu peserta mimbar bebas, tetap setia mengawal perkembangan kasus tersebut. Dia bersama mahasiswa lainnya ingin memastikan, keadilan akan ditegakkan untuk dua pahlawan demokrasi yang telah gugur.

Dalam suasana yang sarat emosi, mahasiswa merasa, tugas mereka sebagai generasi muda adalah memastikan masa depan yang lebih baik, di mana HAM dihormati sepenuhnya. Mereka berkomitmen untuk terus mengawal kasus itu hingga mendapat keadilan yang pantas. (A)