Fiki, Menteri Pergerakan Fakultas Teknik menyatakan, tujuan mereka adalah memberi tahu seluruh dunia, masyarakat, dan pemerintah tentang masalah ini. Dia lalu memperagakan saat polisi menembak mahasiswa sambil berteriak "Mundur kalian".
Sementara itu, Nurliza, salah satu dari mereka, tetap setia mengawal perkembangan kasus tersebut. Dia bersama teman-temannya ingin memastikan bahwa keadilan akan ditegakkan. Sesuai judul puisi yang dibacakan "Dua pahlawan demokrasi yang telah gugur".
Baca Juga: Ratusan Mahasiswa Demonstrasi, Tuntut Penyelesaian Kasus Meninggalnya Randi dan Yusuf
"Kami tidak akan pernah melupakan perjuangan mereka. Momen September berdarah ini mengingatkan kita semua akan pentingnya memperjuangkan keadilan dan hak asasi manusia," kata Sabilah, Ketua BEM Fakultas Teknik UHO.
Dalam suasana yang sarat emosi, mahasiswa merasa bahwa tugas mereka sebagai generasi muda adalah memastikan masa depan yang lebih baik, dimana hak asasi manusia dihormati sepenuhnya. Mereka berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini hingga korban mendapat keadilan yang pantas. (A)
