KIEV, TELISIK.ID - Serangan Rusia ke Ukraina menjadi perhatian negara-negara lainnya di berbagai penjuru dunia. Apalagi dampak dari perang tersebut dirasakan di berbagai sektor, termasuk sektor perekonomian.
Melansir Suara.com - jaringan Telisik.id, kendati sektor perekonomian merasakan dampak invasi yang dilakukan Rusia terhadap Ukraina, perang tesebut masih juga berlangsung.
Perang masih terjadi meski biaya yang dibutuhkan Rusia untuk operasi militer ini cukup besar. Namun Rusia belum menyatakan mundur dari operasi militer mereka terhadap Ukraina.
Mengutip laporan lembaga riset Centre for Economic Recovery dan Civitta serta EasyBusiness, Pemerintah Rusia diperkirakan menghabiskan 20 miliar dolar AS atau setara Rp 288 triliun tiap hari dalam operasi militer ini.
Tidak hanya itu, lembaga itu juga memperkirakan, jika ada alat tempur Rusia yang hancur maka biaya yang dibutuhkan bisa lebih besar.
