Penjelasan singkat ini menambah daftar panjang operasi drone AS yang dilakukan tanpa keterangan publik mendetail, baik dari pihak Washington maupun Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
Serangan drone seperti ini terjadi di tengah operasi antiterorisme yang terus berlangsung di Yaman, terutama di Marib yang dipandang strategis karena kekayaan minyaknya. Sejak perang sipil yang dimulai pada akhir 2014, wilayah ini menjadi salah satu titik rebutan antara kelompok al-Qaida dan Houthi.
Keduanya berupaya memperluas pengaruh dan operasi mereka di provinsi tersebut, sehingga memaksa pemerintah meningkatkan langkah-langkah keamanan.
Baca Juga: Rudal Jarak Menengah di Perbatasan, Rusia Tuding Jepang Ikuti Arahan Washington
Dalam beberapa pekan terakhir, laporan mengenai pergerakan milisi yang berpotensi memicu ketidakstabilan semakin sering muncul. Otoritas lokal pun memperketat pengawasan untuk mencegah eskalasi konflik, terutama di area yang dianggap rawan penyusupan kelompok bersenjata.
