Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengonfirmasi bahwa serangan tersebut memang menyasar sebuah sekolah yang diduga sebagai pusat komando Hamas.
Menurut IDF, sekolah tersebut digunakan oleh sekitar 20 pejuang Hamas dan Jihad Islam sebagai markas operasi mereka.
Namun, IDF membantah klaim dari otoritas Gaza mengenai jumlah korban tewas yang mencapai puluhan orang, bersumber dari CNN Internasional.
Israel menegaskan bahwa serangan ini dilakukan dengan mempertimbangkan langkah-langkah untuk meminimalisir korban sipil. IDF menyatakan bahwa mereka telah menggunakan amunisi presisi, pengawasan udara, serta intelijen yang akurat sebelum melancarkan serangan udara tersebut.
Meskipun demikian, kenyataan di lapangan menunjukkan dampak yang sangat besar terhadap warga sipil yang tidak bersalah. Serangan terhadap sekolah ini bukanlah yang pertama kali dilakukan oleh militer Israel dalam sepekan terakhir. Serangan ini menjadi yang kelima kalinya sejak minggu lalu.
