Negara-negara Arab buka suara soal manuver Amerika Serikat (AS) yang memveto rancangan resolusi soal gencatan senjata Gaza di forum Dewan Keamanan (DK) PBB. Mereka menyatakan pertentangannya terkait manuver Washington itu.
"Gencatan hanya akan menjadi benih perang berikutnya karena Hamas tidak memiliki keinginan untuk melihat perdamaian yang bertahan lama," menurut Robert Wood, wakil duta besar AS untuk PBB.
Hal ini sontak mendapatkan reaksi dari Arab. Selama pertemuan dengan Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken, Komite Menteri Luar Negeri (Menlu) Arab-Islam menegaskan kembali seruan agar AS memikul tanggung jawabnya dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk mendorong Israel menuju gencatan senjata segera.
Para Menlu juga memperbarui penolakan mereka terhadap agresi Israel terhadap warga Palestina di Gaza, menegaskan kembali perlunya mengakhiri permusuhan, melindungi warga sipil dan mencabut pengepungan yang menghambat akses bantuan kemanusiaan ke wilayah kantong yang dilanda perang tersebut.
"Mereka menyuarakan penolakan terhadap upaya untuk mengusir warga Palestina dari Gaza, dan menekankan pada menciptakan iklim politik nyata yang mengarah pada solusi dua negara," menurut pernyataan media Saudi, SPA, yang dikutip Arab News.
