KENDARI, TELISIK.ID - Serapan anggaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) tahun 2026 hingga pekan pertama Agustus baru mencapai 51,78 persen atau sekitar Rp 2,24 triliun dari total pagu Rp 4,34 triliun.
Wakil Gubernur Sultra, Dr. Ir. Hugua, M.Ling, menilai kondisi serapan anggaran tersebut masih rendah, mengingat tahun anggaran 2026 telah memasuki bulan ke delapan dan hanya menyisakan sekitar empat bulan hingga akhir tahun.
"Idealnya serapan anggaran telah berada pada kisaran 60 hingga 70 persen. Sekarang baru 51 persen. Ini sudah berjalan sangat lambat. Di tengah situasi yang sepertinya normal, tidak ada hambatan, harusnya kegiatan berjalan normal,” kata Hugua saat diwawancarai, Kamis (13/8/2026).
Menurutnya, lambannya realisasi anggaran dapat berdampak terhadap perputaran ekonomi di daerah. Sebab, anggaran pemerintah yang tidak segera dibelanjakan tidak akan memberikan dampak maksimal terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Mantan Bupati Wakatobi dua periode ini menegaskan, pemerintah daerah harus mempercepat pencairan dan pelaksanaan program yang telah dianggarkan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang dinilai masih kurang menguntungkan.
