“Malah pas ditanyakan papa saya, mereka menuduh papa saya yang melakukan. Buat apa? Papa saya menjawab begitu karena kami orang berkecukupan. Bisa jadi juga papa saya memergoki salah satu dari mereka yang mencurinya,” ujar Shelly.
Seorang saksi mata, A Wi (19) menjelaskan, sebelum pembunuhan terjadi, dia sempat mendengar korban dan ketiga pelaku cekcok di kamar kost pelaku FNZ.
“Pas ribut itu, Acek (korban) saling tuduh kehilangan HP dan soal tagihan uang kost. Suara si FNZ terdengar jelas, soalnya kamar saya bersebelahan dengan kamar si FNZ yang hanya berdindingkan Tripleks. Bahkan FNZ mengancam membunuh korban. Dan sekitar jam 1 malam suara ribut itu tak lagi terdengar," ungakpnya.
Begitu pun dengan anak sulung korban yang curiga dengan para pelaku yang sudah merencanakan pembunuhan itu.
"Soalnya para pelakunya sudah berkumpul di kamar kost yang dihuni salah satunya yakni, FNZ. Dan satu orang yang memukul kepala dan wajah papa saya sampai tewas," ungkap A Hong (30) anak sulung korban.
