Hari Sabtu, Fathulzanah masih belum yakin, kedua bocah itu dibunuh suaminya. Kemudian malam Minggu Fathulzanah bertanya pada tetangga dan keluarganya. Namun, keberadaan anak tersebut tak diketahui.

"Minggu pagi saya terima pesan dari suami. Dia beritahu ke aku anak saya itu dibunuhnya. Kutanya dia, mayat itu di mana dibuang, lalu dia beritahu, satu yang dibuang ditong sampah sekolah Global Prima, satu yang di rendam di parit dekat sekolah itu," pungkas dia.

Berdasarkan informasi dari suaminya itu, Fathulzanah bersama keluarganya bergegas melihat di lokasi yang ditunjuk oleh suami itu. Akhirnya, Fathulzanah menemukan dua buah hatinya. Dia berteriak histeris melihat anaknya bersimbah darah dan telah meninggal dunia. Teriakan ini kemudian memicu kedatangan warga.

Baca juga: Ayah Tiri Bunuh Kedua Anaknya karena Minta Es Krim

Tak lama kemudian, Polisi dari Polsek Medan Kota bersama tim inafis Polrestabes Medan datang ke lokasi. Mereka melakukan indentifikasi, dan membawa mayat bocah itu ke rumah sakit Bhayangkara Polda Sumut.