Kemudian, Fathulzanah bercerita tentang hubungannya dengan pelaku Rahmadsyah. Dia berkenalan dengan suaminya itu di sebuah bengkel sepeda motor di daerah Deli Tua Medan.

Dia mengatakan, setelah menikah dengan pria bertatto itu, mereka dikaruniai seorang anak perempuan. Namun, saat berumur 8 bulan anak itu meninggal dunia. Saat anak perempuannya itu meninggal, Fathulzanah menduga ada kejanggalan.

"Kami nikah sudah 2 tahun. Kami sudah mengkarunia anak 1 perempuan tetapi sudah meninggal dunia. Anak kami itu, saya duga meninggal karena dibunuh ayahnya. Sebab, pada kondisi tubuh anak saya itu banyak yang biru - biru, mengeluarkan darah dari hidung," ujarnya.

Lebih lanjut Fathulzanah mengatakan, kematian sang anaknya itu tidak berbuat apa-apa. Karena suaminya bilang hanya karena sakit demam tinggi. Bahkan, setelah anaknya meninggal, Fathulzanah selalu mendapatkan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dari suaminya yang dia cintai itu.

Baca juga: Usai Cekcok dengan Istri, Buruh Mobil Ditemukan Tewas Gantung Diri