​"Kalau untuk hibah, semua sudah hibah, tinggal pengukuran saja ini yang belum. Rencana kan hari Senin, tapi mungkin dengan masih ada kesibukan ini, mungkin ditunda satu-dua hari," ujar Hidayat, Jumat (6/11/2026).

​Ia mengatakan, kendala administratif yang tersisa saat ini hanya menyangkut penyelesaian berkas atau akta serta dokumen pendukung dari sebagian kecil pemilik lahan yang belum menandatanganinya. ​

"Kita sudah bisa atasi semua kendala-kendala itu, tinggal proses administrasi saja yang kita lengkapi," tambahnya.

Kendati demikian, Disperkim Buton Selatan menargetkan seluruh rangkaian proses administrasi dan pengukuran di tiga wilayah kepulauan dapat diselesaikan secara tuntas sebelum berakhirnya tahun anggaran ini.

Pemerintah Kabupaten Buton Selatan optimis seluruh rangkaian proses sertifikasi lahan di tiga wilayah ini dapat diselesaikan dan tuntas sebelum akhir tahun 2026. (C)