"Saya beri waktu paling lama 10 hari, servernya harus dikembalikan. Bila tidak ada, saya laporkan ke polisi," tegasnya.
Dengan tidak bisa diaksesnya server ULP, Bahri menduga ada permainan pada tender-tender proyek. Bisa jadi, pemenang tender sudah ditetapkan oleh pokja ULP.
"Indikasi ada permainan yang terstruktur dam sistematis," curiganya.
Baca Juga: Viral: Dua Siswa SD Bawa Parang ke Sekolah, Susuri Hutan 7 Km demi Cita-Cita Jadi Guru dan Polisi
Bahri tidak mau tahu, server sudah harus di Kantor ULP. Sehingga lelang proyek bisa dilakukan secara terbuka. Siapapun berhak mengikuti tender.
