Kegigihan diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan yang panjang. Empati mengingatkan bahwa di balik perdebatan kebijakan terdapat manusia dengan kebutuhan dan keterbatasannya.

Demonstrasi di kawasan Bundaran HI pada 28 Oktober memperlihatkan sebagian keresahan itu. Tuntutan mengenai pendidikan, pekerjaan, dan penyelenggaraan kehidupan publik patut diperiksa berdasarkan substansinya.

Pemerintah berkepentingan memahami keluhan tersebut karena kebijakan membutuhkan pengetahuan tentang keadaan masyarakat. Pemuda pun berkepentingan memperoleh penjelasan agar penilaiannya bertumpu pada informasi yang memadai.

Hubungan ini perlu dijaga dari kebiasaan saling mencurigai. Kritik yang segera dianggap sebagai permusuhan akan menyulitkan komunikasi. Sebaliknya, setiap kekurangan yang langsung dibaca sebagai bukti bahwa pemerintah mengabaikan rakyat akan menutup ruang penilaian yang adil.

Demokrasi memerlukan kecakapan membedakan kesalahan pelaksanaan, keterbatasan kemampuan, dan pilihan kebijakan yang memang dapat diperdebatkan.