Terdapat empat prinsip era revolusi industri 4.0 yakni interkoneksi, transparansi informasi, bantan teknik serta keputusan terdesentralisasi. Sedangkan era abudance ditandai dengan beberapa faktor yakni digitalisasi, deception, disrupsi, dematerilization, demonetization, democratization oleh Peter, (2012).

Oleh sebab itu apa yang kita alami saat ini hanyalah sebuah proses transisi menuju puncak yaitu era democratization atau disebut sebagai era abundance. Era dimana semua serba keberlimpahan dan berbiaya minim sekali.

Meskipun sebenarnya saat ini, era keberlimpahan (abundance) atau dikenal juga dengan istilah gig economy, collaborative consumtion atau free/sharing economy, semuanya serba berkelimpahan dan berbiaya minimal sekali telah kita rasakan misalnya saja, kirim surat gratis (email), telepon interlokal gratis (whatsapp call), sekolah gratis (khan academy), kuliah gratis (coursera).

Buku gratis (pdfdrive.net), film dan musik gratis (youtube), rekaman ceramah, seminar, dan pelatihan gratis (youtube), desain gratis (cpanva), main game gratis, kumpul-kumpul ngobrol bareng 50 orang dari segala penjuru dunia gratis (zoom), Penginapan gratis (couchsurging), dll.

Namun, kegratisan (atau minimal harga murah sekali sehingga terjangkau untuk semua orang) tersebut hanya sebagian kecil saja karena lama-kelamaan akan menular ke segala bidang yang lain, terutama energi, air, makanan, barang-barang, transportasi, dan kesehatan.