KENDARI, TELISIK.ID – Pria asal Ambon ini memutuskan menjadi mualaf pada tahun 2000 lalu. Bram kemudian mengganti namanya menjadi Muhammad Bram usai masuk Islam.

Pria berusia 48 tahun ini berasal dari Kota Ambon. Ia sebelumnya bekerja di PT Freeport bersama sang  paman. Dalam pekerjaannya, ia memegang SIM B dan mampu menjalankan alat berat ekskavator dengan penghasilan Rp 17 juta per bulan.

Selama bekerja dengan penghasilan yang tergolong lumayan, Bram hanya menghabiskannya untuk bersenang-senang (hura-hura) tanpa tujuan. Sampai akhirnya pamannya meninggal dunia, ia kemudian merantau ke Makassar. Di Makassar ia bekerjaa sebagai sopir truk sampah dengan penghasilan yang jauh dibanding sebelumnya.

Sebagai pendatang, ia berusaha menyesuaikan diri, beradaptasi dengan orang-orang baru, juga teman baru.

Baca Juga: Ini Doa Pembuka Aura Kecantikan dari Al-Qur'an