Disinilah awal kisahnya ia menjadi mualaf. Pada tahun 2000, ia mulai penasaran dengan perjalanan hidupnya. Bram yang kebanyakan temannya beragama Islam, mulai tertarik mempelajari Islam.
Dengan beban hidup yang dihadapinya, ia terus mempelajari Islam dan mulai merasakan ketenangan dan kedamaian.
Bram juga mengaku sangat merasakan perbedaan ketika memiliki penghasilan banyak namun tidak pernah merasakan kenikmatan. Dan justru ketika penghasilannya sedikit, ia begitu merasakan nikmat yang luar biasa.
“Sekarang saya sangat mensyukuri berapapun uang yang saya dapatkan dari pekerjaan ini,”ucapnya.
Sejak mendapatkan hidayah dan memutuskan menjadi mualaf pada tahun 2000, ia begitu mensyukuri setiap nikmat yang Allah berikan.
