Kemudian Philips melanjutkan program master di Universitas Riyadh dan menjadi pembawa acara Why Islam di Channel Two, stasiun televisi milik pemerintahan Saudi.
Pada tahun 1990-an tepatnya saat Perang Teluk berkecamuk, Philips bekerja di Departemen Agama Arab Saudi.
Saat tentara Amerika Serikat bermarkas di sana, Philips terpilih untuk memberikan materi seputar Islam kepada mereka. Akhirnya sekitar 3 ribu serdadu Amerika memutuskan menjadi mualaf.
Tak berhenti puas dengan menggandeng 3 ributentara Amerika Serikat memeluk Islam, Bilal kemudian hijrah ke Filipina. Ia kemudian mendirikan pusat informasi di Mindanao serta universitas berbasis Islam di Cotobato City.
Tahun 1994, Philips mendapat undangan bergabung dengan lembaga amal Dar Al Ber di Dubai, di sana ia kembali membentuk pusat informasi Discover Islam di kota Karama.
