KENDARI, TELISIK.ID - Pakde (62), begitu ia sering dipanggil. Kini masih setia dengan profesinya sebagai pedagang parang keliling.

Pria kelahiran Surabaya itu mengaku, menjual parang keliling sudah dilakoninya sejak 2005 silam di Kota Kendari, saat pertama kali menginjakkan kaki di Sulawesi Tenggara (Sultra).

"Sudah 16 tahun menjual, sejak 2005. Waktu itu Kendari masih sunyi, tidak seperti sekarang yang ramai," ujarnya saat dijumpai di area Citra Land Kendari, Jumat (6/8/2021).

Ia mengaku, meski saat ini sepi pembeli namun dalam sehari pasti dagangan parangnya ada yang laku meskipun tidak banyak.

Baca juga: Penderita Kanker Payudara di Kolut Butuh Uluran Tangan