Baca juga: Lepas Salat Idul Adha, Pemulung di Baubau Ini Tetap Mengais Rezeki

Sementara harga dagangan yang dibanderol beragam, mulai dari Rp 60 ribu hingga Rp 150 ribu per buah, tergantung model dan ukurannya.

"Yang pastinya dalam sehari itu adalah yang laku satu atau dua parang. Ya, tergantung lah kalau soal harga," jelasnya.

Ia juga menerangkan, bahan pembuatan parang miliknya berbahan dasar per mobil dengan kualitas bagus, dikarenakan bahannya merupakan besi mengandung baja yang membuat parang lebih tajam dan kuat, juga tahan lama digunakan.

"Orang membuat parang itu tergantung pembesiannya, juga bahan apa yang dipakai. Ada juga kelihatannya tajam tapi gampang terlipat parangnya," urai pria yang tinggal di Konawe Selatan (Konsel) itu.