Perindustrian juga dibangun atas dasar strategi dakwah dan jihad, defensif maupun ofensif, baik yang sifatnya non fisik maupun fisik. Seluruh industri yang ada, harus mampu dimodifikasi untuk menyediakan keperluan untuk jihad pada saat dibutuhkan. Industri alat-alat berat yang pada saat damai akan membuat kereta api atau alat-alat dapur, pada saat perang harus mampu dengan cepat disulap menjadi industri tank atau senapan otomatis.

Kemampuan semacam ini pula yang dimiliki oleh setiap negara industri maju. Untuk itu, sangat bahaya jika diserahkan pada asing karena berkaitan dengan ketahanan negara.

Untuk mewujudkan kemandirian industri, maka negara memang harus berani terlepas dari campur tangan asing. Negeri ini punya segala potensi untuk menjadi negara maju, kuat dan mandiri.

Namun, untuk mewujudkannya dibutuhkan perombakan sistemik dan perjuangan panjang agar berani membuang ketergantungan pada sistem kapitalisme global dan kembali pada sistem Islam yang terbukti pernah mampu membawa dunia pada kemajuan di zamannya. Wallahu a'lam bishowab. (*)