Menanggapi itu, beberapa masyarakat setuju namun ada juga yang tidak setuju. Misalnya, salah satu warga asal Kecamatan Puuwatu, Nur yang mengaku tidak mau diswab.

"Karena kalau diswab biar bukan corona dikira mi corona, biar kita flu biasa dikirami corona. Apalagi sekarang ini cuaca tidak mendukung, ada yang sakit flu bahkan demam, pas dites otomatis positif dikiramii corona," kata Nur.

Berbeda dengan salah seorang warga Kecamatan Kadia yang bekerja di perusahaan pertambangan Kecamatan Morosi, Yoris. Katanya, jika Pemkot Kendari memberlakukan skrining massal, ia termasuk orang yang mendukung, namun, kata Yoris, tidak ada bayaran yang harus ditanggung alias gratis.

"Tidak ada apa-apa supaya kita tau mana yang terpapar, mana yang tidak," ungkapnya. (A)

Reporter: Musdar