Kondisi tersebut menurutnya makin terasa berat ketika ia menjalani kehamilan dan persalinan. Helwa mengatakan bahwa selama masa itu dirinya lebih banyak ditemani oleh ibu, sementara peran suami tidak sepenuhnya hadir.
Unggahan Helwa juga memuat kekhawatiran mengenai masa depan anaknya. Ia menyampaikan bahwa keputusannya berbicara ke publik bukan untuk menimbulkan konflik, melainkan sebagai upaya menjelaskan situasi yang disebut membuatnya tertekan dalam setahun terakhir.
Penjelasan itulah yang kemudian menjadikan Helwa berada dalam sorotan, sementara publik mencoba memahami rangkaian cerita yang ia sampaikan tanpa menambahkan unsur yang tidak ia jelaskan sendiri. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
