JAKARTA, TELISIK.ID - Hingga saat ini ribuan penyintas Semeru masih menempati tenda-tenda pengungsian. Erupsi juga belum mereda walau sudah lebih dari dua bulan sejak erupsi besar 4 Desember 2021 lalu.
Hidup di pengungsian demikian lama dapat dengan mudah terjangkit wabah penyakit seperti COVID-19. Selain itu, seringkali pengungsi kehilangan harta benda, termasuk potensi terjadinya pelecehan.
Demikian diungkap Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI), dokter Sri Hananto Seno di sela-sela penandatanganan kerjasama pembangunan huntara Semeru dengan Indonesia Care di Graha PDGI, Utan Kayu, Jakarta Timur, Jumat (18/2/2022).
"PDGI ingin kembalikan senyum ceria warga terdampak erupsi Semeru sebelum Ramadhan. Kami merasa perlu ikut berpartisipasi dalam program recovery Semeru ini, karena banyak diantara para korban tak tahu lagi harus kemana dan bagaimana menjalani hidup kedepan pascakehilangan segala-galanya," tandasnya.
PDGI memilih menggandeng lembaga kemanusiaan Indonesia Care karena lembaga tersebut telah resmi ditetapkan sebagai salahsatu lembaga yang mendapat kepercayaan pemerintah kabupaten Lumajang membangun hunian bagi pengungsi sebanyak 15 unit.
