Tapi ia bersyukur produk berupa box souvernir dan interior rumah tangga justru laku di pasaran dan banyak permintaan.

Dody bersyukur masih bisa bisnis menggunakan bahan dasar kayu. Jika kayu biasanya dijadikan furniture biasa, Dody mengubahnya menjadi fashion mewah yang disukai masyarakat. Ia menyulap kayu itu jadi tas fashion yang unik sejak awal 2004, jam tangan hingga lainnya.

Bersama temannya, ia mulai mempelajari bidang baru yang sebelumnya tidak pernah ia tekuni: jam tangan dari kayu. "Awalnya saya cuma iseng saja," katanya.

Baca juga: Polemik Penyaluran BST Tahap II di Wakatobi, Ini Penjelasan Dinsos

Hal itu tidak berjalan lama. Ia lantas membuat olahan kayu menjadi speaker yang unik: speaker pasif dari kayu.