"Saya menjual sejak 2004, 80 liter dalam sehari langsung habis, sebab kita layani beberapa desa, tiap pembongkaran kita tentukan perdesa," ungkapnya.
Kemudian Basri, salah seorang yang terlibat mengaku, akan mengindahkan jangka waktu yang diberikan pemerintah, ia berjanji mengupayakan menjual BBM dengan nosel atau sistem yang sudah tertera.
"Saya upayakan dalam waktu 1 bulan ini," ucapnya. (A)
Penulis: Putri Wulandari
Editor: Kardin
