“Padahal semuanya itu seharusnya sama. Jadi ketika saya menggunakan checksum suara ditemukan selisih 23.423.395 suara,” sebutnya.
Pengecekan lain dengan melakukan checksum per batch di Sirekap yang hingga 950 batch, Hairul menemukan angka-angka selalu tidak bersesuaian dan persentase perolehan suara paslon cenderung tetap.
“Bisa diduga kuat terjadi penggelembungan suara, suara tidak sah berubah menjadi suara sah, dan komposisi persentase relatif tetap,” beber Hairul.
Berdasarkan checksum per batch ini, Hairul mengatakan menemukan pola kerja yang sama perubahan data di Sirekap. Dia menyebut hasil temuannya ini bisa menentukan TPS mana yang akan dinaikkan suaranya.
Selanjutnya pada pengecekan checksum jejak perubahan (footprint), Hairul menyebut menemukan perubahan data dari ratusan ribu TPS. Hasil temuannya adalah total perubahan data mencapai 441.453 kali di 244.533 TPS.
