?Sikap yang sama juga ditunjukkan oleh Uni Eropa. Dalam konflik Rusia-Ukraina, Ketua Uni Eropa, Ursula Van dor Leyen bahkan tak segan menyebut Rusia sebagai teroris. Lantas, mengapa dalam konflik Palestina-Israel, Ursula justru memihak Israel dan menyebut hamas sebagai teroris, padahal serangan yang dilakukan oleh Hamas sejatinya adalah bentuk bela diri dan balasan atas pendudukan Israel selama ini.
Setali tiga uang, Presiden Prancis, Emmanuel Macron pun berdiri bersama Ukraina dan menyatakan bahwa Rusia telah melakukan kejahatan perang. Tapi tak pernah sekalipun menyebut Israel sebagai penjahat perang. Emmanuel Macron bahkan berjanji akan memberikan perlindungan terhadap seluruh warga Yahudi dan melarang rakyatnya melakukan demontrasi pro Palestina, sungguh ironis.
Baca Juga: Liberalisasi Pergaulan Akibatkan Penyakit Sifilis Meningkat
Sikap hipokrit yang ditunjukkan oleh pemimpin negara-negara Barat ini justru menjadi bukti nyata bahwa HAM yang mereka propagandakan sebagai nilai-nilai luhur yang harus dijaga hanya omong kosong belaka. Standar ganda dalam penerapan HAM jelas hanya berpihak kepada Barat dan pendukungnya. Hal ini semakin mengkonfirmasi kebencian dan permusuhan mereka selama ini terhadap Islam dan kaum muslimin.
Stop berharap kepada Barat, wujudkan persatuan umat
