Selain itu, alasan berikut ialah kewaspadaan pemerintah provinsi akan negara-negara lain yang kemungkinan mengeluarkan travel warning untuk tidak berkunjung lagi ke NTT jika pemerintah menetapkan Siklon Tropis Seroja ini sebagai status bencana nasional.
Menurutnya, pemerintah sedang berupaya memulihkan semua sarana dan prasarana pariwisata demi mengantisipasi kedatangan wisatawan, karena travel warning juga dapat berdampak pada asuransi wisatawan yang tidak dapat diklaim apabila terjadi sesuatu pada mereka.
"Kita bisa langsung koordinasi ke pemerintah pusat tanpa perlu alasan formal yang sifatnya administratif. Pemerintah pusat sudah menunjukkan perhatian serius terhadap bencana di NTT, bahkan Bapak Presiden sudah datang langsung ke sini untuk melihat kondisi kita, serta berupaya mengatasi dampak sosial ekonomi yang terjadi. Selain itu, takutnya ada negara-negara yang mengeluarkan travel warning sehingga para wisatawan tak mau berkunjung lagi ke NTT," tutur Gubernur Laiskodat.
Baca Juga: Awal Ramadan 1442 Hijriah Jatuh pada Selasa 13 April
Lebih lanjut, Gubernur terpilih Pilbup 2019 itu mengatakan, Presiden sendiri telah menggerakan semua elemen pemerintahan, TNI-Polri dan Kementerian seraya menginstruksikan jajaran pemerintahan mulai dari pusat sampai daerah agar melakukan intervensi penuh sesuai dengan tupoksi masing-masing.
