Komjen Dr. Drs. Gatot Eddy Pramono, M.Si (GEP): Dilihat dari senioritas kepangkatan, lulusan Akpol 1988 ini, menyusul seniornya, ABM. Mendapat pujian Kapolri Idham Azis akan keberhasilannya semasa menjadi Kapolda Metro Jaya, GEP dipromosi menjadi jenderal bintang tiga di Mabes Polri dalam jabatan “bergengsi”, Kabareskrim.
Tak lama kemudian, GEP dipromosikan lagi menjadi orang nomor dua di Polri (Wakapolri) yang ia emban hingga kini. Polisi yang banyak menggeluti dunia reserse ini, setidaknya tiga kali menjadi Kapolres dan sekali menjadi Kapolda untuk Ibu Kota Negara. Lulusan Akpol seangkatan Idham yang lahir di Solok, Sumbar, 28 Juni 1965 ini, akan mencapai usia pensiun 58 tahun pada 2023.
Komjen Pol. Dr. Drs. Boy Rafli Amar, M.Si (BRA): Seangkatan dengan Idham Azis dan Rycko Amelza Dahniel (Akpol 1988), doktor komunikasi dari Universitas Padjadjaran, Bandung, Jabar ini, sejak 6 Mei 2020 menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Ia memang berpengalaman di bidang reserse, lebih spesifik lagi dalam pemberantasan kejahatan teror bersama Idham dan PRG di bawah Tito Karnavian.
Sebagai polisi, BRA memilik pengalaman lengkap baik nasional maupun internasional. Ketika situasi masih perang dalam perpecahan Yugoslavia, dengan pangkat kolonel (waktu itu), BRA adalah Wakil Komandan Kontingen Garuda XIV di wilayah Balkan itu. Dalam karirnya, BRA sekurangnya tiga kali menjadi Kapolres/Kapoltabes dan dua kali menjadi Kapolda (Banten dan Papua).
Baca juga: Vaksin, Sandi dan Risma
