KENDARI, TELISIK.ID - Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadan adalah salat Tarawih. Salat satu ini ternyata memiliki banyak keutamaan yang sangat baik untuk diraih setiap muslim.
Dikutip dari wakafsalman.or.id, salat Tarawih adalah ibadah salat sunah yang dikerjakan pada bulan Ramadan setelah salat Isya dan sebelum salat Subuh. Dalil dari pelaksanaan salat Tarawih terdapat dalam hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a. yang berbunyi:
"Rasulullah SAW salat di bulan Ramadan dan beliau tidak pernah salat lebih dari 11 rakaat dalam setiap malam, baik pada bulan Ramadan maupun di luar bulan Ramadan. Beliau salat empat rakaat, dan tidak ada salat yang lebih indah dari salat beliau. Beliau kemudian salat empat rakaat lagi dan tidak ada salat yang lebih indah dari salat beliau. Beliau kemudian salat tiga rakaat terakhir." (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari hadis tersebut, kita dapat mengambil pemahaman bahwa salat Tarawih dilakukan oleh Rasulullah SAW pada bulan Ramadan dan beliau menetapkan jumlah rakaat maksimal sebanyak 11 rakaat dalam satu malam, dengan cara empat rakaat, lalu empat rakaat, dan dilanjutkan dengan tiga rakaat terakhir.
Namun, meskipun Rasulullah SAW menetapkan jumlah rakaat maksimal sebanyak 11 rakaat, dalam prakteknya umat Islam di seluruh dunia melakukan salat Tarawih dengan jumlah rakaat yang berbeda-beda, seperti 8 rakaat, 12 rakaat, atau 20 rakaat, tergantung pada tradisi dan kebiasaan di masing-masing daerah.
