Sumber devisa Arab Saudi sebagian besar berasal dari ekspor minyak. Ladang-ladang minyak yang utama terdapat di daerah Damman, Dahran, Ghawar, Abqaq, Hassa dam Riyadh. Kontribusi minyak dan gas ke pendapatan negara Saudi mencapai 87 persen.
Baca Juga: Hilangnya Perlindungan Hakiki Perempuan dan Anak, Tanggung Jawab Siapa?
Akan tetapi, dengan harga minyak terus menurun sejak tahun 2015, maka pada April 2016, draft reformasi ekonomi yang diberi nama Visi 2030 disahkan oleh kabinet negara tersebut. Upaya ini dilakukan oleh Pangeran Mohammed bin Salman dalam upaya negaranya untuk mengurangi ketergantungan dari pendapatan minyak.
Adapun kebijakan reformasi ini berisi sejumlah perombakan kebijakan dalam bidang perekonomian yang bertujuan untuk mencapai diversifikasi ekonomi. Target jangka panjang dari Visi 2030 ini adalah mengurangi ketergantungan Arab Saudi pada sektor minyak bumi sebagai basis penerimaan negara, karena itu dalam beberapa tahun terakhir ini pemerintah Arab Saudi mulai mempromosikan sektor pariwisata mereka.
Peniadaan Keberangkatan Jamaah Haji Indonesia 2021
