"Insya Allah dengan angka 2 bagi Gerindra sebagai hoki untuk meraih kemenangan di Pemilu 2024 mendatang," jelas Gus Fawait.
Tak hanya itu, lanjut Gus Fawait,hal ini tentunya berkaitan dengan logistik pemilu. Butuh biaya besar untuk mencetak ulang alat peraga kampanye jika harus berganti nomor urut.
"Tentunya akan membutuhkan biaya ratusan juta rupiah. Kalau cetak ulang tentunya pemborosan. Dengan tetap menggunakan nomor urut 2 yaitu nomor lama bisa dikata anggaran bisa dihemar dan supaya juga Pemilu ini tidak mahal," jelasnya.
Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, pihaknya memilih menggunakan nomor urut pada Pemilu 2019 untuk dicantumkan pada gelaran Pemilu 2024 mendatang.Diketahui, pada Pemilu 2019, partai berlambang kepala burung garuda itu menggunakan nomor urut 2.
"Rata-rata partai di Senayan termasuk Gerindra tetap memilih nomor yang lama karena kita akan lebih mudah sosialisasi dan juga dalam atribut," kata Dasco di Jakarta.
