Daalam simulasi itu, KPU Kota Kendari hanya menggunakan dua jenis surat suara, yakni surat suara calon Presiden dan Wakil Presiden dan surat suara calon DPRD Kota Kendari. Hasil simulasi juga akan dievaluasi oleh KPU Kota Kendari.

Ketua Bawaslu Kota Kendari, Sahinuddin menyampaikan, simulasi pemungutan dan penghitungan suara adalah pendidikan politik yang baik untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam proses pelaksanaan pemilu.

Meski pemungutan dan penghitungan suara sudah menjadi rutinitas setiap dalam pemilu, namun kata Sahinuddin, untuk teknik perlu diingatkan lagi agar tidak terjadi kesalahan.

Selain itu, terhadap pelaksanaannya KPPS dapat lebih memahami secara detail bagaimana teknik-teknik pelaksanaan, kemudian bisa mengidentifikasi potensi-potensi kelambanan dan sebagainya.

Baca Juga: Ditunggu hingga Larut Malam, Kaesang Pangarep Tak Datang di Agenda Soda Fest