"Kenapa pentingnya simulasi seperti ini dilakukan, karena potensi-potensi kesalahan pemberian surat suara dan lain sebagainya itu berpotensi pelaksanaan pemungutan suara ulang, jadi kita berharap pendidikan politik yang baik diberikan langsung ke masyarakat agar bisa menyaksikan secara langsung bagaimana teknik dan proses pemungutan suara," ungkapnya.
Sementara salah seorang warga Gunung Jati, Husni mengikuti simulasi mengaku bersyukur karena dapat mengetahui tata cara untuk melakukan pemungutan suara.
"Alhamdulilah, membantu untuk masyarakat mengetahui tata cara pemilihan di Pemilu 2024," ujar Husni.
Untuk diketahui, dalam simulasi pemungutan dan penghitungan suara tersebut dihadiri pula oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu. (A)
Penulis: Erni Yanti
