Pengakuan Ibrahim, sinergi diharapkan dapat mengarahkan inflasi kembali ke dalam sasaran inflasi nasional 3%±1% lebih awal dari perkiraan sebelumnya.

Ibrahim mengatakan, inflasi Sumatera Utara pada 2023 diperkirakan lebih rendah di bandingkan tahun sebelumnya, dengan perlunya peningkatan produksi bahan pangan strategis.

Kemudian ekspektasi inflasi yang terus terjaga penetapan harga acuan pembelian dan penjualan (HAP) dalam Peraturan Badan Pangan Nasional No 11 Tahun 2022 untuk komoditas kedelai, bawang merah, cabai rawit merah, cabai merah keriting, daging sapi atau kerbau, dan gula konsumsi.

"Peningkatan produksi pangan strategis melalui optimalisasi KAD, pemanfaatan SRG, CAS, food estate, dan perluasan pengembangan produk olahan hortikultura yang lebih tahan lama," tambahnya.

Sedangkan komunikasi efektif melalui iklan layanan masyarakat belanja bijak dan sidak pasar menjelang HBKN, diprakirakan mampu menjaga ekspektasi masyarakat terhadap inflasi.