"Adanya pemahaman yang baik terhadap potensi gangguan pasokan pangan yang disebabkan oleh el nino melalui sekolah lapang, terkait iklim dan penyusunan pola tanam," ungkapnya.

Hadir juga dalam kegiatan itu, Kepala Divisi Implementasi Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah Bank Indonesia Sumatera Utara, Poltak Sitanggang, dan Asisten Direktur Analis Senior Jazari Abdul Hamid.

Poltak menambahkan, faktor pendorong inflasi Sumatera Utara tahun 2023, yakni berlanjutnya fragmentasi politik dan ekonomi dunia meskipun akan berangsur berkurang dengan pengetatan kebijakan moneter oleh bank sentral.

Kemudian potensi kenaikan tarif listrik, LPG, dan BBM non subsidi lebih lanjut. Kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) untuk rokok sebesar 10% pada tahun 2023 dan 2024.

Potensi gangguan produksi hortikultura seiring dengan prakiraan keberlangsungan fenomena el nino yang diperkirakan terjadi akhir tahun 2023. Terakhir potensi inflasi yang berasal dari barang impor melalui transmisi depresiasi nilai tukar.