Baca Juga: PBB Kutuk Upaya Pembunuhan Terhadap Perdana Menteri Irak

Zhong Shanshan lalu mengembangkan bisnisnya dengan menjual dendeng, teh kemasan, jus, dan minuman lain. Namun usaha air kemasan lah yang dikatakan paling menyumbang kekayaan. Karena itu, ia disebut sebagai tukang galon tersukses.

Posisi kedua diisi oleh Zhang Yiming, pendiri platform video TikTok oleh ByteDance. Yiming menikmati kenaikan kekayaan menjadi US$ 59,4 miliar (Rp 843 triliun) dari Rp 27,7 miliar pada 2020.

Sementara itu, dilansir dari Reuters, posisi ketiga orang terkaya di negeri tirai Bambu ini diduduki oleh Robin Zeng, chairman produsen baterai kendaraan listrik Contemporary Amperex Technology (CATL). Ia berhasil meningkatkan pundi-pundi kekayaannya menjadi US$ 50,8 miliar (Rp 721 triliun) dari US$ 20,1 miliar pada tahun lalu.

Di sisi lain, kekayaan Jack Ma menyusut 36% menjadi US$ 39,6 miliar atau sekitar Rp 562,1 triliun (asumsi Rp 14.200/US$). Penurunan kekayaannya ini sendiri tidak lepas dari 'hukuman' yang dijatuhkan Pemerintah China.