Peristiwa ini menjadi luka kolektif bagi Yahudi Persia dan menandai awal kemunduran hubungan harmonis antara kedua kelompok. Banyak komunitas Yahudi memilih menyembunyikan identitas mereka dan hidup secara rahasia untuk menghindari tekanan sosial dan politik yang semakin kuat.
Nader Shah dan Kembalinya Toleransi
Toleransi terhadap Yahudi sempat kembali muncul di masa kekuasaan Nader Shah pada tahun 1736 hingga 1747. Di bawah pemerintahannya, Yahudi diperbolehkan kembali tinggal di kota suci Syiah seperti Mashhad dan beberapa dari mereka bahkan diberi posisi dalam administrasi negara.
Mereka dilibatkan dalam pengelolaan harta rampasan perang, termasuk yang didapatkan dari penaklukan India.
Kebijakan ini memperlihatkan bahwa hubungan Persia dan Yahudi masih memiliki peluang untuk harmonis, tergantung pada orientasi kekuasaan yang berlaku.
