Baca Juga: Mantan Pendeta 15 Tahun Vladimir Ugryumov Pilih jadi Mualaf, Naik Haji Jalan Kaki

Tak heran sejak kecil ia sudah menghafalkan Al-Qur'an 30 Juz, mempelajari hadis-hadis, ilmu fiqih, matematika, ilmu falaq, hingga strategi perang. Muhammad Al-Fatih dipersiapkan untuk menjadi pemimpin sejak kecil, namun tetap dalam bimbingan para ulama.

Taklukkan Konstantinopel

Di usia yang belia, Muhammad Al-Fatih berhasil menaklukkan Kota Konstantinopel, sekaligus menjadi penanda bahwa abad pertengahan telah berakhir. Ia menyiapkan 4 juta pasukan untuk mengepung wilayah barat dan laut.

Pengepungan ini terjadi selama 50 hari. Ia sukses memasuki wilayah Konstantinopel dengan membawa serta kapal-kapal mereka melalui perbukitan Galata untuk memasuki titik terlemah Konstantinopel, yaitu Selat Golden Horn.