Mehmed lahir pada 30 Maret 1432 di Edirne, ibu kota Utsmaniyah kala itu. Dia merupakan anak dari Sultan Murad II dan Huma Hatun. Saat Mehmed berusia sebelas tahun, dia dikirim untuk memerintah Amasya.

Baca Juga: Robert Bauer Pindah ke Arab Saudi, Dua Kali Bersyahadat

Murad mengirimkan banyak guru untuk mendidik putranya, di antaranya adalah Molla Gurani. Syaikh Muhammad Syamsuddin bin Hamzah juga menjadi guru dan orang dekatnya, sangat mempengaruhi Mehmed sejak usia muda.

Setelah mengadakan perjanjian damai dengan Kadipaten Karaman di Anatolia pada 1444, Murad turun takhta dan menyerahkan kepemimpinan kepada Mehmed yang saat itu masih dua belas tahun.

Wazir agung saat itu, Candarli Halil Pasya, memiliki kendali kuat atas negara. Halil Pasya sendiri berasal dari keluarga Candarli, salah satu keluarga paling berpengaruh dalam sejarah Utsmani.