Dikutip dari Kompascom, para murid juga akan melakukan tugas-tugas praktis dalam mengemudikan drone, serta mempelajari algoritme untuk melawan drone musuh.
“Pengenalan program semacam ini di sekolah-sekolah akan memungkinkan warga negara kita secara sistematis mempersiapkan kemungkinan konfrontasi dengan musuh,” kata anggota parlemen Sergei Mironov pada November 2022 saat menganjurkan penerapan kembali pelatihan tersebut.
Baca Juga: Ada Pulau Prostituai di Jepang, Tempat Jajan PNS dan Polisi
Program militer terbaru ini juga mencakup modul untuk senapan serbu Kalashnikov, granat tangan, dan latihan menembak.
Sejak perang Rusia-Ukraina pecah pada 24 Febrruari 2022, otoritas Rusia berusaha meningkatkan patriotisme di sekolah dengan memerintahkan pemutaran lagu kebangsaan dan mengibarkan bendera setiap awal pekan.
