"Kasus yang kami ambil itu banjir di Sungai Wanggu tahun 2025, sekitar bulan Juli sampai Agustus. Jadi, kami mengadaptasi kejadian itu ke dalam maket untuk mengetahui bagaimana alur dan proses evakuasi ketika banjir terjadi," jelasnya kepada telisik.id di SMAN 2 Kendari, Kamis (5/11/2026).
Ia mengungkapkan, persiapan lomba dilakukan selama kurang lebih lima hari. Selama proses tersebut, anggota tim membagi tugas untuk mencari data, merancang maket, hingga mempelajari kondisi lokasi yang dijadikan objek simulasi.
Mereka bahkan harus menjalani latihan bersama hingga pukul 23.00 Wita.
Menurutnya, pengalaman mengikuti lomba PMR memberikan pemahaman baru mengenai penanganan masyarakat terdampak bencana serta peran anggota PMR dalam membantu sesama.
Selain maket simulasi banjir, siswa SMA Negeri 2 Kendari juga meraih prestasi pada cabang lomba lainnya.
