"Kita mulai dari seragam karena ini kebutuhan dasar. Jumlah siswa kita sebanyak 120 ribu dengan kebutuhan 1 siswa 5 seragam, jika dikelolah dengan baik khususnya SMK jurusan tata busana, ini sangat luar biasa," ujarnya.
Ia turut terjun ke lapangan untuk melihat siswa-siswi berkreasi dengan mesin jahitnya. Yusmin mengapresiasi hasil yang luar biasa dari karya-karya mereka. Pihaknya akan libatkan para UMKM sehingga para siswa dapat menjadi wirausaha.
Yusmin mengatakan pihaknya melibatkan UMKM agar dapat berkolaborasi dengan siswa dalam menghasilkan dan memenuhi seragam susuai kebutuhan nantinya.
"Jadi tidak menutup kemungkinan bukan hanya seragam SMA atau SMK. Namun, seragam SD dan SMP juga melalui kebijakan bupati yang sengaja kami undang untuk menyaksikan hasil karya anak-anak kita," ungkapnya.
Selain UMKM, lanjut Yusmin mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Kadin Sulawesi Tenggara dalam menyukseskan program itu. Pasalnya, melalui Kadin dukungan didapatkan bagi kepala-kepala sekolah di antaranya modal usaha.
