"Bapak saya hanya seorang sopir angkutan umum (pete-pete) sementara Ibu hanya Ibu rumah tangga," kata Afdal saat ditemui di lokasi parkir, Minggu (2/1/2022).
Semua waktu di luar sekolahnya harus tersita di profesi yang ia jalani, pagi sekolah dan sore hari kerja lagi bersama pamannya, terkecuali Weekend, ia kerja mulai pagi hingga sore hari.
Adapun hasil yang diperoleh semuanya tergantung dari keramaian para penghujung permandian Kolam Renang Putri kembar tersebut.
"Kemarin dapat Rp 70 ribu," kata Afdal.
Meskipun bermodalkan terif parkir Rp 2000 per motor, ia lantas tak putus asa dengan pekerjaan itu, yang terpenting ialah selama bisa mendapatkan uang demi membantu keluarganya.
