Baca Juga: Beli Rokok, Remaja di Kendari Dianiaya hingga Bibir Jontor

Bukan hanya itu, W mengaku dirinya diancam akan dibunuh dengan senjata tajam. "Dia ancam saya mau tikam saya, bahkan dia teriak teriak minta sajam (pisau)," sambungnya.

W mengaku ini merupakan penganiayaan yang kedua kalinya, tapi yang pertama kemarin tidak separah ini. Ia heran kenapa pelaku bisa membabi buta menganiaya dirinya.

Ia merasa tidak pernah menyenggol si pelaku, bahkan ia tidak perna dendam meski dulu dia lakukan hal yang sama.

"Saya tidak tahu kenapa dia bisa sebrutal itu, apa karena saya tidak memberinya pulpen. Pada saat itu saya tidak punya pulpen. Pada hari penganiayaan tidak ada guru di sekolah, kepala sekolah juga tidak ada," katanya.